Braga Tempat Sempurna untuk Jatuh Cinta

Aku tengah duduk di dalam bangku kereta dengan sandaran yang tegak lurus, membentuk sudut sembilan puluh derajat. Malam itu cerah, meneruskan langit sore yang berwarna merah merekah. Sementara itu, pendingin ruangan menyemburkan udara dingin yang teramat kencang, beberapa penumpang tampak kedinginan dan mengenakan jaket-jaket tebal mereka. Aku melihat ke luar jendela. Sesekali hanya gelap yang tampak, sesekali hanya rumah-rumah yang sepi dengan lampu remang-remangnya. Lantas aku berpikir, ketika para penghuni rumah sedang asyik bercengkerama dengan keluarga, menonton kontes menyanyi, atau mungkin sudah ada yang tertidur, ada sebagian orang yang sedang dalam perjalanan untuk bisa segera bertemu keluarga. Atau cintanya. Kahuripan menembus gelapnya malam menuju stasiun akhir Kiaracondong, Bandung.

******

BACA AJA LANJUTANNYA KAKAK