Rencana Liburan Ke Dieng

Tidak ada yang lebih menyenangkan selain berlibur bersama kawan. Sahabat dekat yang berpisah ratusan kilometer. Sahabat dekat yang dulunya menjadi tempat bercanda, berkeluh kesah, tempat mencontek berdiskusi soal materi kuliah, bahkan menggalau mengapa energi yang dikembangkan di dunia ini adalah listrik dan bukan magnet. Namun seiring berjalannya waktu, kami harus berpisah, dipisahkan oleh jarak ratusan kilometer. Tentu untuk menjalani kehidupan masing-masing. Meski begitu, silaturahim melalui pesan-pesan di aplikasi chatting masih berjalan, saling berbagi kabar, agar tak merasa kehilangan.

Continue reading “Rencana Liburan Ke Dieng”

Kawasan Hutan Mangrove Wonorejo Surabaya

Cuaca Surabaya memang sedang luar biasa terik hari itu. Tak tanggung-tanggung, melalui sebuah aplikasi pada telepon pintar milik temanku, Dhita, suhu di Surabaya mencapai 32° dalam skala Celsius. Sepertinya cukup panas untuk dapat mengeringkan cucian dalam setengah hari saja. Setelah aku menuntaskan keinginan untuk mengenang Siola, kami (Aku dan Dhita) sejenak menyusuri Jalan Tunjungan sembari berfoto. Namun karena suhu yang cukup terik, kami memutuskan hanya sampai di depan Hotel Majapahit saja, dan kembali ke tempat parkir, di basement Siola. Dari sana, kami menaiki motor menuju ke Hutan Mangrove, di Wonorejo, Surabaya.

Continue reading “Kawasan Hutan Mangrove Wonorejo Surabaya”

Menyiksa Lidah di Ayam Geprek Bu Rum

Yogyakarta sedang dilanda kegalauan. Hujan turun sejak sore, di penghujung bulan April. Saat-saat yang kurang lazim untuk turun hujan. Hujan pun turun tak serta merta langsung mencecar bumi. Hanya rintik-rintik yang cepat berlalu. Dan menikmati ayam geprek, tentu cara yang tepat menikmatinya.

Hujan sebentar datang, lalu hilang, begitu berulang hingga magrib tiba. Aku tak perlu menyamakan itu dengan gebetan-gebetanmu yang hanya datang menyapa di saat dia butuh. Meski begitu kehadirannya (baca: hujan) tetap mampu membasahi sepanjang jalanan Yogyakarta. Pun gebetanmu bukan?

Continue reading “Menyiksa Lidah di Ayam Geprek Bu Rum”